Teman Baik #LupusTalk

"Karena teman baik kita dapatkan dari keihklasan"

Lupus..
Dia datang dengan sangat menyebalkan.
Hari-hariku rusak karenanya. Aku dibuat rentan, aku dibuat lemah, dan aku dibuat sedih.

Lambat laun, aku mulai SKSD. Kenalan, lalu berteman. Dia membuatku mengenal yang namanya jarun suntik, infus, obat-obatan, dan istilah-istilah medis. Dia membuatku lebih banyak mendapatkan teman baru, dan keluarga baru.

Aku mulai bersahabat dengannya. Karena menerima dia dalam hidup ini, akan lebih mempermudah menjalani hidup. Meski sedikit berbeda sih haha...

Dia membuatku harus stay lebih lama di tempat tidur, membuatku lebih menyukai minyak kayu putih dibanding parfum, dia membuatku menghindari panasnya matahari, dia juga membuatku lebih senang dengan ketenangan suasana. Dia pun ngajarin aku, enggak boleh memaksakan diri dalam hal apapun.

Tapi, tak semua teman-temanku yang memiliki lupus dalam hidupnya menerima persahabatan itu. Mereka merasa hidup mereka hancur. Mereka merasa tak mampu seperti yang lainnya. Mereka merasa tidak mampu menerima kondisi fisik yang buruk.

Yang dulunya produktif, menjadi terbaring di tempat tidur. Yang dulunya amat sangat jelita, kini kulit mengelupas, rambut habis dan menggendut. Yang dulunya memiliki kaki yang jenjang, kini lumpuh.

Hidup terasa tak adil
Resah
Sedih
Kacau
Benci
Putus asa

Iya, perubahan itu amat sangat menyakitkan
Tapi cobalah menerima, bersahabat dan saling menjaga. Kompromi dengan lupus bisa dilakukan, asal dengan keihklasan dan penuh rasa maaf.

Tuhan tak memberikan cobaan yang melebihi kemampuan hambaNya. Memang begitu berat, jika ikhlas akan menjadi berkah, jika kita tak ikhlas akan menjadi dosa. 
(Tau apa sih lo dev tentang dosa?)
Aku memang tak bisa mengukur dosa
Yang pasti marah pada Tuhan adalah kesalahan yang besar. Karena Dia memberikan yang terbaik untuk hambaNya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Something called "Special"

Meningkatkan Self-Awareness