Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2018

Ilmu Nihil & Masalah

" Motivasi dari luar hanyalah sementara, keputusanmu datang dari rasa berani dan rasa tanggungjawab" - Maharani Devi Kita terkadang memilih mendengarkan semangat-semangat dari luar. Lalu kembali bersemangat dan bangkit dari rasa sedih dan kekacauan hati. Ribuan akun quotes dan motivasi masuk dalam jajaran galeri ponsel. Ketika kita sedih, kita posting kata-kata yang sesuai perasaan, ketika gembira pun kita akan posting hal yang relevan. Tapi semua itu akan hanya menjadi sampah jika kita sendiri tak mampu memberi keputusan terhadap diri sendiri. Mau berubah atau tidak, berubah yang pura-pura atau benar-benar berubah. Biasanya orang yang mau berubah benar-benar akan mengambil keputusan penuh risiko. Misal saja, seorang yang manja dengan orang tua, dia sadar perilakunya tidak akan baik untuk masa depannya. Maka dia mengambil keputusan keluar dari zona nyaman. Mungkin dia merantau, mungkin dia belajar mencari uang sendiri dan semacamnya. Lalu dia membuang kebiasaan-kebiasaa...

Pasien Cerdas #LupusTalk

Hallo sahabat Butterfly Rash !! Kebanyakan pembaca #LupusTalk adalah teman-teman odapus. Berkaitan dari permintaan teman-teman, akhirnya aku menulis artikel ya sesuai dengan judulnya. Pasien cerdas, bagaimana itu ? Apa sih pasien cerdas? Pasien cerdas adalah pasien-pasien (tak hanya lupus) yang mampu menangani rasa sakitnya dengan cara terbaik, tercepat, efisien, dan bertanggung jawab. Nah, teman-teman. Berikut ini adalah tips agar meningkatkan kecerdasan dalam menjalani pengobatan seumur hidup (Pasien Cerdas). 1. Mengenali diri sendiri Kenali apa yang membuatmu kambuh, tak hanya urusan fisik saja, tak hanya stres yang dibuat lingkungan. Tetapi kenali juga sikap buruk kita karena hal itu seringkali tanpa disadari menjadi boomerang yang menyakitimu. (Bahasa kasarnya, ngeyelan). 2. Menerima Menerima apapun kondisi, baik kondisi lupusnya, kondisi lingkungan, kritik & saran, takdir Tuhan, dan menerima kelebihan yang kita punya. Sangat penting menerima kondisi lupus, iya meman...

Teman Baik #LupusTalk

"Karena teman baik kita dapatkan dari keihk lasan" Lupus.. Dia datang dengan sangat menyebalkan. Hari-hariku rusak karenanya. Aku dibuat rentan, aku dibuat lemah, dan aku dibuat sedih. Lambat laun, aku mulai SKSD. Kenalan, lalu berteman. Dia membuatku mengenal yang namanya jarun suntik, infus, obat-obatan, dan istilah-istilah medis. Dia membuatku lebih banyak mendapatkan teman baru, dan keluarga baru. Aku mulai bersahabat dengannya. Karena menerima dia dalam hidup ini, akan lebih mempermudah menjalani hidup. Meski sedikit berbeda sih haha... Dia membuatku harus stay lebih lama di tempat tidur, membuatku lebih menyukai minyak kayu putih dibanding parfum, dia membuatku menghindari panasnya matahari, dia juga membuatku lebih senang dengan ketenangan suasana. Dia pun ngajarin aku, enggak boleh memaksakan diri dalam hal apapun. Tapi, tak semua teman-temanku yang memiliki lupus dalam hidupnya menerima persahabatan itu. Mereka merasa hidup mereka hancur. Mereka merasa tak m...

Bukan Orang Menyenangkan #LupusTalk

Menyandang penyakit kronis itu tak mudah kawan... Kami seringkali... -Menunda dan membatalkan janji, karena kadang kami tiba-tiba kambuh -Pulang lebih awal, karena badan kami sudah tak tahan lagi untuk istirahat -Menyendiri, karena kadang kami lelah mengikuti pembicaraan yang memenuhi memori -Marah-marah tanpa alasan karena perubahan hormon secara tiba-tiba -Pelupa, bahkan aku mencari-cari kacamata yang tengah kupakai, ada juga lupa beli sesuatu tapi lupa minta kembalian, seringkali lupa arah jalan pulang Sebenarnya beberapa poin di atas tak membuat kita menjadi orang 'kesakitan', hanya saja sedikit berbeda. Kami sama dengan kalian yang memiliki cita-cita tinggi. Kami juga sama seperti kalian yang ingin hangout bersama teman-teman. Tapi, poin-poin tadi membuat kami tidak bisa menjadi menyenangkan. Terkesan merepotkan, dan ada yang menyebutnya "LEBAY". Kami merasa bahwa kami memiliki alarm yang lebih sensitif daripada kalian. Hal itu membuat kami lebih waspad...

Si Pintar yang Bodoh

"Ternyata, berpura-pura itu adalah kebodohan yang tertunda" Sosmed akan menjadi boomerang untuk kita. Kita bisa mendapatkan manfaat, juga mendapatkan aib. Bagaimana tidak, berbagi informasi, berjualan, bersilaturahmi, hingga hiburan. Tapi di sana kita juga bebas diserang, mudah menemukan hoax, iri dengki dengan hidup orang yang terlihat lebih bahagia, mudah sekali mencari musuh, hingga menjadi bodoh. Kali ini, aku tertarik membahas dampak sosmed 'menjadi bodoh'. Kita seringkali menyaring apapun yang akan kita posting di sosmed guna terlihat bagus di mata netizen. Foto, caption, informasi, dan tampilan sosmednya sendiri ( feeds ). Menggunakan filter agar terlihat artistik. Menulis caption terbaiknya agar dipandang bijak, pandai, dan menyenangkan. Menghapus komentar-komentar buruk agar tetap terlihat positif. Ini bukan sesuatu yang buruk, ini sudah menjadi trend di era android berjaya. Tapi, ketika kita sibuk sekali memperbaiki feeds sosmed, seringkali lupa un...

Something called "Special"

Mamaku dari dulu kesal denganku yang tak pernah peduli dengan diriku sendiri. Penampilanku, kebersihan diriku, bahkan aku mengabaikan kesehatanku. Sedari kecil aku mengalami body shaming oleh keluargaku sendiri sehingga aku sangat amat yakin bahwa diriku jelek. Bully-an itu terus tertanam di alam bawah sadarku dan membuatku memiliki pikiran bahwa "loe mau bersih, loe mau dandan, lo mau pake baju sebagus apapun tetap aja jelek". Masa kecilku yang terbiasa dengan bully-an fisik, membuatku menjadi 'tarzan betina'. Aku suka manjat pohon, main di sawah, main di kebon, main di lumpur, bahkan aku pernah jatuh dari pohon kersen dan terjerat duri 'hidup' (duri yg menjalar dan akan mencengkeram ketika kita bergerak). Lalu aku lebih suka bermain dengan anak laki-laki karena aku merasa gagal menjadi perempuan. Masa SD berlalu, karena suatu hal aku harus pindah ke kota lain. Mindsetku tetap seperti sebelumnya. Aku anak baru di sekolah itu dan tidak ada satupun teman SD...