Meningkatkan Self-Awareness

 Sebelum menuju step untuk meningkatkan Self-Awareness, kita harus tau sepenting apa sih punya Self Awareness yang baik? Penting banget, karena dengan memiliki Self-Awareness, kita akan lebih bisa mengoptimalkan diri, dengan mengoptimalkan diri, kita bisa tau cara-cara untuk mencapai goals dalam hidup kita. Selain itu, dengan Self-Awareness, kita bisa menjaga diri kita dari hal-hal yang tidak kita inginkan karena kita tau apa yang menjadi batasan, nilai dan kemampuan diri.

Yuk ikuti step untuk meningkatkan Self-Awareness
1. Ambil keputusan
Maksudnya gimana? Ambil keputusan untuk menemukan kebenaran. Apa yang benar-benar ada dalam diri kita. Termasuk hal-hal yang tidak menyenangkan dari diri kita. Sepahit apapun kebenaran yang akan kamu ketahui tentang dirimu, bukan alasan untuk membenci diri sendiri. Fase ini sangat penting, apabila menemukan hal-hal buruk setidaknya kita bisa memperbaiki atau menguranginya. 


2. Mencari Feedback
Karena kita punya area "Blind", kita butuh orang lain untuk memberikan penilaian atas diri kita, mungkin bisa menanyakan kelemahan dan kelebihan kita. Tapi, yang perlu digarisbawahi adalah carilah orang-orang yang kamu amat sangat percaya, mereka yang objektif. Orang tua mungkin menjadi salah satu opsi terbaik karena mereka yang kenal kita sejak lahir hingga dewasa. Hindari menanyakan ke teman/ sahabat sebelum menanyakan ke orang tua. Mengapa? Biasanya teman/ sahabat/ relasi secara sadar atau tidak, mereka sedikit banyak menjadikan kita sebagai kompetitornya. Lihat terlebih dahulu siapa teman/ sahabat kita sebelum menanyakan tentang dirimu.


3. List Kelemahan dan Kelebihan
Buatlah daftar kelemahan dan kelebihan diri, baik yang kita sadari maupun dari pendapat orang lain. Jika kita sudah tau daftar kelemahan-kelebihan tersebut, kita akan lebih bisa mengoptimalkan hal-hal yang positif dan mengurangi/ merubah yang negatif.


4. Belajar dari Masalah
Coba ingat-ingat lagi masalah-masalah yang pernah kita alami selama ini, berhenti menyalahkan dan coba melihat dari sisi objektif. Dari semua masalah yang kamu alami dengan orang lain, cari tau pemicunya apa. Pemicu yang terbanyak biasanya adalah dari sifat kita sendiri. Jangan terfokus "ya karena dia / mereka jahat, aku selalu dijahatin orang". Bisa jadi karena sifat-sifat kita yang tidak kita sadari membuat orang lain kurang nyaman dengan diri kita. 


5. Sering Berlatih dan Menerapkan Mindfulness
Mindfulness (kesadaran penuh) adalah keadaan pikiran yang berfokus pada pengenalan tentang apa yang dirasakan pada saat ini, tanpa melalui penilaian. Mindfulness berarti membawa perhatian ke momen saat ini, sambil menerima dan mengenali segala pikiran, emosi, dan perasaan fisik apa pun. Ketika kita sedang menyetir, kita sadari tangan kita sedang memegang setir, fokus dengan rute. Ya nggak sih kadang ketika kita nyetir sendirian pikirannya kemana-mana? Nah mulai sekarang bisa dilatih untuk fokus dalam segala hal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Something called "Special"

Teman Baik #LupusTalk