Lupus & Penyakit Hati

Lagi lagi lupus...
Wajar saja, menerima penyakit yang bersarang di tubuh seumur hidup ini memang sulit. Tapi semua ini akan lebih mudah jika kita mampu menata hati dan mindset.

Percaya nggak percaya, kebanyakan odapus (termasuk saya sendiri) terjebak dalam penyakit hati yang memperparah kondisi Si Lupy. Awalnya sih ya bebal juga dengan penyakit hati ini ; ngeyelan, iri, enggak nerima diri, mengeluh, tidak memaafkan diri sendiri, mudah marah, mudah ngambek, susah melihat orang senang, dan enggak pernah puas dengan pendapat orang lain.
Lagi-lagi ya Si Lupy jadi alasan 'kan karena lupus, emosiku ga stabil' it's oke bebiii oke oke. But, lo mau gitu terus terjebak dan dikendalikan oleh Si Lupy? Ini pilihan.

Manusiawi, tapi ini akan membawamu dalam pilihan SEHAT vs SAKIT. Badanmu boleh sakit, tapi jika mentalmu ikut sakit, maka badanmu bakal ikut menjadi lebih sakit.
Sebenarnya aku menyadari penyakit hatiku ini bukan semata-mata aku langsung sadar. Aku berteman dengan banyak penyandang lupus, baik di sosmed maupun di alam nyata hehe.

Di sosmed, dulu saya juga sering 'berpenyakit bacot' ngomong ini itu, berkata dan berpendapat ini itu. Intinya musingin apa yg terjadi di luar diriku. Terus lama kelamaan aku melihat orang yg sama dengan diriku kok jadi berpikir 'kok hina banget gue, sok iya posting kayak gitu'. Terus liat postingan-postingan odapus yang rajin posting ngeluh di sosmed, terus musingin kebijakan publik, terus ngomentarin hidup orang, ngomentari peraturan yang ga sesuai dengan dirinya, alasannya mengemukakan pendapat -,-. Oke oke, sadar ga sih bebb? Kalo hal kayak gitu bakal bisa mempengaruhi kesehatanmu apalagi kamu punya lupus dalam dirimu.

Setelah sadar, aku berusaha mengurangi bacotan dan penyakit hati lainnya. Susah sih iya, tapi lama kelamaan akan terbiasa. Kesannya kamu akan terlihat egois, tapi demi kesehatan luar dalam, kenapa engga?
Penyakit hati hakikatnya energi negatif, badan kita ini udah lemah karena si imun nakal, udah tau badan lemah kenapa kau pancarkan energi negatif itu, dari dalam dirimu pula..

"Kan aku kesel dikatain orang" ...
"Kenapa sih kalo di sekolah aku dikucilkan karena ga bisa apa apa?'' ..
"Banyak pekerjaan yang menolakku karena aku sakit, kejam mereka, coba mereka yg sakit" ...

Jawabannya adalah
Kita ini kaum minoritas, dan jika mereka mereka yang sehat berlaku ya sewajarnya orang sehat, kenapa kita yg musingin coba. Salah apa mereka? Mereka tidak terbiasa dengan kondisi orang autoimun, coba tengok lah, dari satu kelas, yang sakit2an siapa? Ya lebih banyak yang sehat kan? Terus apa salah mereka berlaku bagai orang sehat? Lu aja yang penyakitan HATI
Kenapa setiap lapangan pekerjaan memiliki kriteria karyawan? Ya jelas lah karena mereka udah susah payah membangun perusahaan sampe besar dan kita seenaknya ngatain 'kenapa sih harus sehat syaratnya?' yayalah bokkkkkk, bisa bisa bangkrut dong perusahaan nya kalo mereka cuma maklumin kita.

Ga perlu merasa terpinggir dengan kondisi kita. Perbaiki dulu sisi mental kita, maka badan akan menyesuaikan.
Ga perlu merasa menderita, ya lupus emang gitu kok, jangan cuma postingan dan mulut saja yang bilang ikhlas. Tapi hati juga ~~~

Terimakasih telah mendengar keresahan saya ~~ saya musingin ini bukan karena saja julid, tapi mengajak teman-teman move on. Kalo saya bisa, kamu juga bisa 🍎

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Something called "Special"

Teman Baik #LupusTalk

Meningkatkan Self-Awareness