BUANG POLA INI UNTUK MEREDAKAN LUPUS

Kalo ngomong masalah penyakit yang ga bisa disembuhkan pendapat kalian gimana?
Harus terus minum obat dan menjaga badan agar tidak mudah drop seumur hidup itu rasanya kayak gimana ya?

Aku mengenal beberapa orang yang hidup dengan lupus. Bahkan aku dan mamaku sendiri juga hidup dengan penyakit ini kurang lebih sejak usia remaja.
Aku merasa nggak sendiri karena banyak teman senasib, seperjuangan, dan sepengobatan. Tapi lama kelamaan yang bikin aku heran pola setiap odapus (orang dengan lupus) kebanyakan sama, sama sama mbawel, sama sama sulit menerima meski pengakuan mereka menerima, mempermasalahkan hal kecil (misal gusi bengkak ngadepinnya kayak di serang jantung aja huft, kena gatal dikit hebohnya kayak ada tsunami di hari indah mereka), bukankah kepanikan dan ke-Lebay-an itu malah bikin mental kita makin sakit dan berdampak pada kekambuhan itu. Pola yang setiap hari dibuat oleh mereka tanpa mereka sadari itulah yang membuat si lupus makin merajalela.
Selowww buk seloww.. enak kali ngomong selow... Iya enak kok, kalo dijalani akan lebih enak. Aku sendiri menempa dan menekan diriku agar ga gampang panik sm kondisi kecil kayak gitu. Terlebih lagi ketika in my breast ditemukan benjolan segede jengkol. Takut? Iya takut, tapi dalam ketakutan janganlah bego. Inisiatif dan kreatiflah, inisiatif cari info dan cerdas menyaring informasi itu, kreatiflah, pergi ke dokter, jangan pergi ke dukun anjir -,-.

Sakit lupus itu gampang-gampang susah. Gampangnya ya sebenarnya lupus adalah dirimu sendiri. Kamu yang tau dirimu, kamu yg bisa manajemen hatimu. Susah nya apa? Susahnya banyak dari mereka yang tidak sadar akan pola mental mereka sendiri.
Lucunya kemana mana minta saran, minta tips, minta pendapat, minta ditenangin, eh besoknya gitu lagi. Psikolog termanjur adalah diri sendiri. Gimana mau berubah kalo nyuruh psikolog doang tapi diri sendiri gak mau berubah.
Ada yang koar-koar berkata ikhlas, menerima dan ridho. Tapi dibalik banyak bacotnya tersimpan rasa sakit yang mendalam.
Bukan saatnya untuk menghidupi rasa sakit, kutau, semua orang punya kapasitas mental masing-masing, tapi semua orang juga punya hak dan potensi untuk mengobati itu, berhak bahagia dengan apapun kondisinya.
Nangis boleh, tapi jangan menjadi munafik dibalik kata-kata bijak yang akan memupuk rasa sakit di alam bawah sadar.

Salam tempaan panas
Maharani Devi Puspitasari - Odapus

Komentar

  1. Wah, ternyata mbak Devi blogger juga! Aku setuju banget sama tulisannya. Meski aku juga masih sering down, tiba2 nangis sendiri, ga percaya diri, dll. Tapi kita harus yakin, semua pasti ada balasannya dan kita termasuk orang-orang pilihan. Semangat buat kita ya!
    Oya, kunjungi blog aku juga di arizaekky.blogspot.com. Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo mba Ariza, hihi wajar kita down, wajar kita sedih, tapi ayuk bangkit bangkit bangkit biar mental dan fisik makin sehat. Allah menjanjikan kita sakit adalah penggugur dosa, Insyaa Allah kalo ikhlas dan menerima itu akan benar adanya 💕💕 kalo kita ngersulo udah sakit di dunia, ga dapat berkah eman sekali padahal ini ladang untuk pahala, ayuk semangat mbakku 💕💕

      Ok aku mo mampir mampir ke blog nya mba Ariza 😘

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Something called "Special"

Teman Baik #LupusTalk

Meningkatkan Self-Awareness